Senin, 26 Oktober 2015

ANALISIS SWOT PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DANONE AQUA MELALUI PROGRAM PENYEDIAAN AIR BERSIH (WASH) DI DESA SUNI NUSA TENGGARA TIMUR

ANALISIS SWOT PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DANONE AQUA MELALUI PROGRAM PENYEDIAAN AIR BERSIH (WASH) DI DESA SUNI NUSA TENGGARA TIMUR

MARGARETA JANET, PANTUR (2015) ANALISIS SWOT PROGRAM TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DANONE AQUA MELALUI PROGRAM PENYEDIAAN AIR BERSIH (WASH) DI DESA SUNI NUSA TENGGARA TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (187kB) | Preview

Abstract

Aktivitas perusahaan sedikit banyak akan membawa konsekuensi sosial bagi publik di mana perusahaan tidak hanya mengejar keuntungan (profit) semata namun juga tanggungjawabnya terhadap publik (sosial). Tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat baik di sekitar perusahaan maupun masyarakat secara luas. Seperti Danone Aqua yang salah satu dari sekian banyak kegiatan CSRnya adalah penyediaan akses air bersih (WASH) bagi warga desa Suni NTT melalui kampanye “Satu Untuk Sepuluh”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan teknik observasi, wawancara serta studi pustaka untuk pengumpulan data. Peneliti juga trun langsung ke lokasi pelaksanaan program untuk memperoleh informasi yang detail mengenai pelaksanaan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi CSR Danone Aqua di NTT, hambatan selama pelaksanaan program dan untuk menganalisis kelebihan, kekurangan, kesempatan dan ancaman dalam implementasi program ini dengan analisis SWOT. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa masalah seperti tidak meratanya penerapan program ini serta tujuan program untuk menyediakan akses air bersih pun belum sepenuhnya terpenuhi. Analisis SWOT terhadap program ini bertujuan untuk mengetahui kelebihan program yaitu akses air bersih yang mudah diperoleh warga desa, kekurangan program meliputi tidak meratanya fasilitas yang ada untuk mendukung keberhasilan program, kesempatan perusahaan terkait dengan implementasi program serta ancaman yang mucul berkaitan dengan implementai program tanggungjawab sosial perusahaan Danone Aqua di desa Suni NTT
Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Eko Yuli Wahyuningsih
Date Deposited: 30 Mar 2015 02:46
Last Modified: 30 Mar 2015 02:46
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/5046

Minggu, 25 Oktober 2015

Mengintip Beberapa Fitur Baru Gmail di Android Lollipop

fitur-Baru-Gmail-di-Android-Lollipop
Gmail adalah layanan email besutan #Google yang banyak digunakan oleh para pengguna internet di seluruh penjuru dunia. Gmail banyak digunakan dengan alasan fitur yang lengkap, praktis dan bersifat user friendly bagi para penggunanya. Sebab Gmail tak hanya menyediakan layanan email, namun dapat diintegrasikan dengan fitur lain seperti Google Drive, akun Google plus serta layanan Google yang lain.
Besarnya animo masyarakat terhadap layanan Gmail dari Google terus memacu perusahaan teknologi tersebut untuk membuat invoasi-inovasi baru dari Gmail. Seperti yang dapat kita lihat pada #Android seri 5.0 alias  Lollipop yang menjadi versi Android terbaru di akhir tahun 2014, Google tak hanya melakukan perubahan tampilan Gmail, namun juga melengkapinya dengan beragam fitur baru. Berikut ini fitur baru Gmail di Android Lollipop:

1. Tampilan Desain yang Baru dan Fresh

Ada tampilan yang fresh dan baru pada Gmail di Android Lollipop. Dengan tambahn garis merah pada bagian atas Gmail, layanan email yang satu ini tampak lebih ok dan keren. Tak hanya itu saja, di bagian kiri Gmail juga menampilkan beberapa kategori seperti primary, social dan update.
Beberapa kategori versi baru ini ditampilkan dengan icon berbentuk bulat yang tampak lebih edgy dan ergonomis dari pada tampilan icon kotak sebelumnya. Tampilan baru yang sederhana namun ergonomis ini akan memudahkan para pengguna Gmail untuk menemukan email penting yang sedang dicari.



Tampilan dasar Gmail di Android Lollipop ini mengusung kesan yang simpel, minimalis dan mudah digunakan. Warna dasar putih juga memberikan kesan yang luas dan elegan.

2. Bisa Membuka Banyak Akun

Pada versi Android sebelumnya, Google hanya memungkinkan para penggunanya untuk membuka dan menampilkan 1 akun Gmail saja. Hal ini tentu menyulitkan para pengguna yang memiliki akun lain. Namun kini tampaknya Google sudah memahami kesulitan tersebut dan akhirnya Google melakukan inovasi di Android Lollipop sehingga para pengguna dapat membuka akun email lainnya seperti Yahoo! Mail dan berbagai layanan email lain. Kini kita bisa menambahkan kontak dari berbagai kerabat dan kolega melalui perubahan fitur Gmail yang satu ini.

3. Mudahnya Berinteraksi Dengan Gmail di Android Lollipop

Google tampaknya menyadari bahwa sisi ergonomis menjadi salah satu hal yang dibutuhkan oleh para penggunanya. Hal itulah yang nampaknya membuat Google mencantumkan icon untuk membuat pesan baru di bagian kanan bawah layar. Tak hanya itu, icon untuk membalas pesan juga ditampilkan di bagian kanan bawah layar sehingga pengguna Gmail langsung bisa membalas pesan setelah selesai membaca pesan tersebut.
Gmail di Android Lollipop juga menempatkan tombol untuk mengelompokkan email penting dalam 1 folder secara lebih praktis dan mudah ditemukan.

4. Fitur Swipe

Pada Gmail versi terdahulu, para pengguna Gmail hanya bisa melakukan swipe untuk menghapus email. Namun kini Google menambahkan fungsi swipe untuk melakukan archieve dan delete. Sungguh praktis dan lebih mudah digunakan bukan.

5. Fitur Kalender yang Lebih Interaktif

Fitur kalender yang disediakan di Gmail juga mengalami pembaharuan sehingga tampak lebih efektif dan interaktif. Kita bisa menambahkan fitur konfirmasi email untuk jadwal penerbangan atau jadwal kegiatan lainnya agar bisa segera dicantumkan pada kalender Gmail sehingga fitur email dan pengingat kalender bisa terintegrasi dan digunakan secara efektif untuk kepentingan penjadwalan setiap hari.
Secara umum keseluruhan pembaruan yang disuguhkan pada aplikasi Gmail di atas lebih berfokus pada kemudahan penggunaan serta penambahan fungsi. Namun untuk rekan-rekan yang sebelumnya telah memakai aplikasi ini dijamin tidak akan merasa asing, pasalnya user interfacenya tidak begitu berbeda dengan versi terdahulu.
Kita tentu sudah menyadari bahwa sesuatu yang besar dimulai dari beragam perbaikan kecil yang dilakukan secara berkesinambungan. Perusahaan sebesar dan sekuat Google saja masih setia melakukan perbaikan dan inovasi demi memenuhi kebutuhan para penggunanya. Hal tersebut tentu menjadi teladan yang baik bagi kita supaya tak mudah menyerah dan sering melakukan inovasi yang kreatif dan bersifat modern. Selamat berinovasi dan jadilah yang terbaik untuk diri sendiri dan orang lain!

5 Tips Menambah Subscribers Email Pada Bisnis Anda

Tips-Menambah-Subscribers-Email
Dalam bisnis, marketing atau pemasaran merupakan hal yang penting untuk meningkatkan penjualan. Maka dari itu pebisnis kemudian belomba-lomba untuk terus berinovasi mencari celah agar dapat mendapatkan teknik pemasaran yang efekstif dan efisien. Dengan munculnya jaringan internet, kini marketing pun menjadi lebih bervariasi.
Selain marketing offline seperti Word of Mouth (WOM), membagi brosur, dan memasang banner, sekarang pemasaran melalui media online atau internet marketing juga sangat efektif menarik banyak konsumen. Salah satu bentuk internet marketing yang ada dan sering digunakan para pebisnis adalah email marketing.
Email marketing yang dilakukan dengan berpromosi melalui email (elektronik mail) ini biasanya akan semakin sukses jika Anda memilki subscriber yang banyak. Subscriber adalah para pelanggan yang telah mencantumkan atau mendaftarkan email mereka pada website Anda. Para pebisnis yang serius pada internet marketing memang seringkali merangcang website-nya dengan layanan email subscribers.
Hal ini digunakan untuk memfasilitasi bilamana ada pengunjung websitenya yang kemudian tertarik pada website Anda dan ingin terus mendapatkan info terbaru dari website Anda. Meski hal ini penting, namun banyak orang belum mengerti dan belum bisa memaksimalkan jumlah subscriber mereka. Artikel ini akan sedikit menjelaskan 6 tips guna menambah subscribers email pada bisnis Anda. Berikut 6 tips tersebut.



1. Posisi Kotak ‘Signup’ Di Tempat Yang Tepat

Posisi menentukan prestasi, itulah pepatah yang sering kita dengar saat berada di lingkungan sekolah. Dalam penempatan kotak “signup” hal ini juga berlaku. Untuk memaksimalkan kotak “signup” disarankan agar Anda meletakkan kotak pendaftaran ini pada posisi yang berbeda pada tiap halaman website.
Ini artinya Anda bisa menempatkan dari mulai atas, bawah, tengah atau dari samping halaman website. Yang pasti Anda harus membuat variasi untuk mengetahui seberapa besar orang yang mendaftarkan emailnya. Lihat contoh penerapannya berikut ini.
Hunterboots.com
Posisi-Kotak-Signup-Ditempat-Yang-Tepat
Posisi-Kotak-Signup-Ditempat-Yang-Tepat-2

Startupbisnis.com
Posisi-Kotak-Signup-Ditempat-Yang-Tepat-3

2. Waspadalah Menggunakan Email Signup Pop-up

Untuk menghindari rasa bosan dan kecewa para konsumen pada website Bisnis Anda, sebaiknya Anda perlu membuat kebijakan pada email signup pop-up Anda. Email signup pop-up memang seringkali mengesalkan bagi beberapa konsumen, apalagi bila muncul terlalu sering atau bahkan tidak bisa ditutup.
Permintaan email signup berbentuk Pop-up yang terlalu sering muncul atau tidak bisa ditutup adalah sebuah usaha yang ‘berlebihan’ dan tidak efektif dalam mencari subscriber karena terkesan memaksa dan membuat pengunjung website Anda merasa tidak nyaman. Seperti contoh gambar berikut ini.
Jokosusilo.com
Menggunakan-Email-Signup-Pop-up

Tidak semua orang mau menerima informasi yang ingin Anda berikan melalui email, terutama pengunjung yang belum pernah membeli, orang yang baru mengunjungi website Anda, dan pengunjung yang belum pernah mengklik link dari email yang Anda kirimkan. Sangat disarankan untuk memunculkan email signup pop-up ini sekali saja, dan berikan opsi pada mereka untuk menutupnya.

3. Giring Subscriber Untuk Meneruskan Email Pada Teman-temannya

Untuk membuat subscriber Anda meneruskan email yang Anda bagi memang bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan sebuah keseriusan dalam membuat konten atau isi email yang sangat menarik. Jika konten email Anda memang sangat menarik, ada kemungkinan subscriber Anda akan membaginya pada teman-temannya.
Jika hal ini terjadi maka peluang besar untuk mendapatkan konsumen baru akan semakin terbuka. Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mencantumkan link berbagi/share dalam setiap newsletter yang Anda kirim. Karena dengan adanya link ini, subsciber Anda akan semakin dimudahkan untuk membagi email-email dari Anda tersebut kepada teman-temannya.

Giring-Subscriber-Untuk-Meneruskan-Email

4. Promosikan Newsleter Secara Offline

Bagi Anda yang menjalankan bisnis offline-online, maka tak ada salahnya jika mempromosikan newsletter pada jaringan offline. Jangan lupakan bahwa jaringan offline juga penting untuk juga Anda garap. Siapa tahu ada dari beberapa dari mereka yang kemudian tertarik dan kemudian ingin berlangganan via offline ataupun online. Kita tidak ada yang tahu sebelum kita benar-benar menjalankannya bukan.

5. Gunakan Media Iklan Berbayar

Terakhir bagi Anda yang memiliki dana lebih, Anda bisa mencoba beriklan pada media sosial seperti #Facebook dan #Twitter untuk menambah subscribers email. Salah satu layanan yang saat ini banyak digunakan adalah Twitter Signup Cards. Dengan layanan ini Anda bisa terbantu untuk meningkatkan mailing list. Facebook Ads juga sering digunakan para pebisnis online untuk meningkatkan jumlah subscribers mereka, ini layak untuk dicoba.
Tapi sekali lagi yang harus dicatat adalah karena ini layanan berbayar maka Anda harus memilki tujuan dan target yang jelas. Anda juga harus selalu memantau perkembangan subscriber dari hasil iklan Anda. Jangan sampai biaya yang telah Anda keluarkan untuk iklan ini berujung pada kesia-siaan. Semoga tips ini bermanfaat.

Cara Membuat Email Dengan Domain Sendiri dari Cpanel

Artikel ini dibuat karena ada pertanyaan dari seorang pembaca Maxmanroe.com yang menanyakan bagaimana cara membuat email dengan domain sendiri, misalnya hubungi@maxmanroe.com. Memiliki email dengan domain sendiri adalah hal yang sangat penting bagi seorang pebisnis karena alamat emailnya akan terlihat lebih profesional. Selain itu, trust si pelanggan juga akan semakin tinggi jika kita menggunakan email dengan nama domain sendiri, atau sering disebut dengan email custom domain.
Memang penggunaan email untuk bisnis dengan memakai fasilitasi gratisan dari Google Mail, Yahoo Mail, dan Microsoft Mail, cukup banyak dilakukan oleh para pebisnis. Namun, menurut Maxmanroe.com akan lebih baik lagi bila kita menggunakan nama domain sendiri di dalam alamat email kita. Walaupun sebenarnya cara membuat email dengan domain sendiri itu tidak sulit, beberapa teman ternyata belum mengerti caranya.
Berikut ini adalah cara membuat email dengan menggunakan domain sendiri yang dapat kita lakukan melalui cPanel hosting kita:
1. Langkah pertama tentunya kita harus login ke dalam cPanel.



2. Setelah login ke cPanel, perhatikan bagian Mail. Di sana kita akan melihat ada banyak sekali menu untuk opsi Mail, karena kita ingin membuat alamat email baru maka klik menu Email Accounts. Lihat gambar berikut,
email-custom-domain1
Artikel lain: Cara Membuat Email di Gmail, Yahoo mail, dan Microsoft mail
2. Pada halaman berikutnya kita akan diminta untuk mengisi formulir untuk data email yang akan kita buat.
  • Pada kolom email isi dengan alamat email yang kita inginkan, misalnya kita ingin membuat email hubungi@maxmanroe.com maka kolom tersebut cukup diisi dengan kata hubungi.
  • Pada bagian password isi dengan password untuk email Anda, dan isi juga bagian Password (again) dengan password yang sama. Sebaiknya gunakan password yang cukup kuat untuk email Anda.
  • Pada bagian Mailbox Quota, kita bisa mengatur besarnya kapasitas email yang bisa ditampung. Sebaiknya Quota nya disesuaikan dengan kebutuhan dan juga besarnya kapasitas hosting Anda.
  • Lalu klik tombol Create Account, nanti akan muncul notifikasi “Account Created” yang berarti akun email Anda telah berhasil dibuat.
Lihat gambar
email-custom-domain2
Artikel terkait: Tips Membuat Password Yang Lebih Kuat
Pada tahap ini Anda telah berhasil membuat akun email dengan nama domain sendiri di cPanel. Langkah selanjutnya adalah cara masuk ke dalam akun email Anda tadi.
4. Untuk mengakses akun email yang sudah dibuat, Anda harus membuka URL tertentu di browser Anda. Akses URL NamaDomain.com/webmail, misalnya https://www.maxmanroe.com/webmail. Lalu masukkan user name dan password yang telah Anda buat sebelumnya, lalu klik login. Lihat gambar berikut,
email-custom-domain3
5. Untuk penggunaan WebMail, setelah login kita bisa membaca dan mengirimkan email dengan 3 pilihan, yaitu dengan menggunakan Horde, RoundCube, dan SquirellMail. Ketiganya sama saja, silahkan menggunakan fasilitas yang paling Anda suka. Lihat gambar,
email-custom-domain4
Di atas tadi adalah cara membuat email dengan domain sendiri dari cPanel hosting kita, ternyata caranya sangat mudah ya. Mudah-mudahan tutorial singkat ini bermanfaat bagi Anda

Cara Membuat Email Baru di Gmail, Yahoo, dan Hotmail

cara-membuat-email-baru
Cara membuat email~ Artikel ini berawal dari percakapan dua anak SMU yang kebetulan ada di samping saya waktu saya sedang minum kopi. Salah satu dari anak muda itu bertanya pada temannya “bro, kalau mau bikin facebook kan harus punya email, gimana sih cara membuat email?”. Wah ternyata masih ada yang kurang paham cara membuat akun email sendiri ya hehehe.
Kenapa kita butuh email? Email adalah salah satu fasilitas yang wajib kita miliki ketika melakukan kegiatan di internet. Misalnya ketika kita ingin membuat akun media sosial di Facebook, Twitter, atau Google plus, pasti situs media sosial tersebut akan meminta akun email kita, atau ketika kita ingin belanja di toko online, pasti mereka akan menanyakan akun email kita. Fungsi email ini sendiri adalah sebagai alat komunikasi digital (surat elektronik) dan bisa juga sebagai identitas online seseorang.
Sebelumnya kita mesti tahu dulu apa itu email. Email atau e-mail adalah singkatan dari Electronic Mail atau surat elektronik yang hanya bisa dibaca jika kita punya perangkat komputer, laptop, Tab, smartphone, dan tentunya koneksi internet. Kalau tidak ada koneksi internet, kita tidak akan bisa membuka akun email kita. Akun email itu sendiri dapat kita miliki secara gratis ataupun berbayar, dan di artikel ini saya hanya membahas cara membuat email gratisan.



Beberapa penyedia layanan email gratis yang paling terkenal dan paling banyak digunakan adalah Yahoo.com, Google.com, dan Microsoft.com. Berikut ini adalah cara membuat email gratis di masing-masing layanan yang saya sebutkan:

A. Cara Membuat Email Gratis di Gmail (Google Mail)

Ini adalah layanan email gratis favorit saya. Selain bisa membuat email dengan gratis, kita juga bisa membuat akun Google plus dengan mudah bila sudah memiliki akun Gmail.
1. Langkah pertama, kunjungi situs Google mail
2. Klik tombol “Create an account” atau “Buat akun” yang ada di sebelah kanan atas halaman Google mail.

3. Isi kolom-kolom yang ada pada halaman pengisian dengan data Anda:
  • Nama: isi dengan nama lengkap Anda, nama depan dan nama belakang
  • Pilih nama pengguna Anda: isi dengan alamat email yang Anda inginkan
  • Buat sandi: isi dengan sandi yang tidak mudah ditebak, tapi mudah Anda ingat
  • Konfirmasi sandi Anda: ulangi memasukkan sandi Anda sebelumnya
  • Tanggal lahir: isi dengan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda
  • Gender: pilih yang sesuai dengan jenis kelamin Anda
  • Ponsel: isi dengan nomor HP Anda untuk keamanan
  • Buktikan bahwa Anda bukan robot: isi dengan kode (2 kata dengan spasi) yang ada di halaman tersebut
  • Lokasi: isi sesuai dengan negara tempat Anda tinggal
  • Centang kolom menyetujui persyaratan dan kebijakan dari Google
  • Klik tombol “Langkah berikutnya”

4. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan profil Anda dengan menambahkan foto profile Anda. Untuk menambahkan foto, silahkan klik tombol “Tambahkan Foto Profil”. Anda bisa memasukkan foto dari komputer. Setelah selesai mengatur foto profil, klik tombol “Langkah berikutnya”.

5. Voila, akun email di Google sudah selesai dibuat. Silahkan klik tombol “Lanjutkan ke Gmail” untuk masuk ke halaman email Anda.

B. Cara Membuat Email di Yahoo Mail

Layanan email gratis dari Yahoo sangat banyak digunakan orang. Selain email gratis, kita juga otomatis akan bisa mendaftar ke layanan Yahoo Messenger untuk chating.
1. Langkah pertama, kunjungi situs Yahoo mail
2. Klik tombol “Buat Account Baru” di bagian atas kanan halaman Yahoo mail.

3. Isi kolom-kolom yang disediakan dengan memasukkan data Anda:
  • Nama:  isi dengan nama lengkap Anda, nama depan dan nama belakang
  • Pilih ID Yahoo!: pilih alamat email yang Anda inginkan di Yahoo
  • Pilih kata sandi: isi dengan sandi yang Anda inginkan dan mudah diingat
  • Ketik ulang kata sandi: masukkan lagi sandi Anda
  • Saya lahir pada:  isi dengan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda
  • Saya tinggal di: pilih negara dimana Anda tinggal
  • Ponsel: isi dengan nomor HP Anda, untuk keamanan
  • Email Alternatif: isi bila Anda punya email lain, kosongkan bila memang tidak ada
  • Klik tombol “Buat akun saya”

3. Langkah selanjutnya adalah mengisi pertanyaan rahasia, ini dibutuhkan untuk menjaga keamanan akun email Yahoo Anda. Di sini Anda harus memilih pertanyaan dari pertanyaan 1 dan 2, serta tentukan jawaban Anda. Pilihlah pertanyaan yang jawabannya mudah Anda ingat. Dan jangan lupa mengisi nomor ponsel Anda pada kolom yang sudah disediakan. Pada halaman ini Anda juga perlu untuk memasukkan kode anti spam. Setelah selesai mengisi kolom-kolom yang disediakan, klik tombol “Selesai”.

4. Voila, email Anda di Yahoo sudah selesai dibuat. Langkah selanjutnya Anda bisa klik tombol “Persiapan Awal” untuk masuk ke halaman email Anda.

C. Cara Membuat Email di Hotmail

Layanan email gratis Hotmail ini disediakan oleh Microsoft.com. Memang tidak sepopuler Gmail dan Yahoo mail, tapi layanan ini sangat banyak digunakan orang.
1. Langkah pertama, buka situs Hotmail
2. Klik tombol “Sign up now” pada bagian kanan bawah halaman Hotmail.

3. Isi kolom-kolom yang disediakan dengan memasukkan data Anda:
  • Name: isi dengan nama depan dan nama belakang Anda
  • Birth date: isi dengan tanggal, bulan, dan tahun kelahiran Anda
  • Gender: pilih jenis kelamin
  • Microsoft account name: isi dengan alamat email yang Anda inginkan di akun Microsoft Anda
  • Create password: isi dengan sandi yang Anda inginkan
  • Reenter password: masukkan kembali sandi Anda
  • Phone number: isi dengan nomor HP Anda, untuk keamanan akun email
  • Alternate email address: isi dengan alamat email Anda yang lain, kosongkan bila tidak ada. Bila Anda tidak mengisi email alternatif maka Anda harus mengisi pertanyaan dan jawaban rahasia untuk menjaga keamanan akun email Anda.
  • Country region: pilih negara tempat tinggal Anda
  • Postal code: isi dengan kode pos Anda
  • Enter the characters you see: isi dengan karakter yang Anda lihat, ini untuk mencegah spam
  • Lalu klik tombol “I Accept”

4. Tadaaaa, akun email Anda di Hotmail sudah jadi. Langkah selanjutnya Anda bisa klik tombol “Continue to inbox” untuk melihat halaman email Anda.

Demikianlah informasi singkat cara membuat email baru di Gmail, Yahoo mail, dan Hotmail. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu Anda dalam membuat akun email baru dengan mudah dan cepat. Terimakasih sudah membaca artikel saya :)

Sabtu, 24 Oktober 2015

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan dan contohnya

Penerapan IQ, EQ, dan SQ dalam dunia pendidikan dan contohnya

Terdapat 3 macam kecerdasan yang sudah seharusnya diajarkan dalam dunia pendidikan. Pertama IQ (Intelligence Quotien) atau Kecerdasan Intektual, yang berarti kecerdasan logika berfikir seseorang dengan menilai hasil akhir tanpa melihat pentingnya proses yang dilakukan. Orang yang hanya mempunyai kecerdasan IQ akan berfikir matrealis dan pragmatis. Generasi seperti ini akan mencetak generasi yang cerdas namun menipu. Tidak heran banyak koruptor yang secara akademik cerdas namun di sisi lain merugikan dengan kecerdasan menipunya.Kedua EQ (Emotional Quotient) atau Kecerdasan Emosional, yang berarti kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi diri dan orang lain. Seseorang yang tidak mampu memanajemen EQ yang baik akan merasa kesulitan dalam mengontrol emosinya. Tidak heran banyak kaum intelektual yang IQ nya tinggi namun mempunyai gangguan kejiwaan.Ketiga SQ (Spritiual Qoutien) atau Kecerdasan Spiritual, yang berarti kecerdasan yang menghubungkan manusia dengan Tuhan dengan cara bertakwa (mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya). Kecerdasan ini berkaitan erat dengan keadaan mengambil hikmah dibalik kejadian buruk yang menimpa setiap individu. Unsur rohani manusia hanya mampu terpuaskan oleh nilai spritual yang dipelajari dari pengetahuan agama. Orang yang mempunyai SQ yang cukup akan mengambil hikmah dari setiap pengalaman yang diperoleh meski dalam kondisi apapun. Dari sini dia akan mendapatkan ketenangan hati.Dalam penerapannya, lembaga pendidikan memang sudah mengajarkan pengajaran berbasis IQ, namun kebanyakan hanya sebatas “Learning to See”. Murid hanya diajarkan melihat papan tulis tanpa memperdulikan apakah murid tersebut paham atau tidak. Hal ini mengajarkan murid hanya pandai berteori tanpa bisa mempraktekkan ilmunya. Banyak lulusan universitas yang tidak mempunyai Skill, tidak heran terdapat banyak pengangguran dari kalangan sarjana. Skill tercipta bukan hanya dari materi tapi juga praktek. Selain itu, pengajar seharusnya memastikan muridnya agar bisa melakukan praktek setelah teori diberikan (Learning to Do), sehingga pengetahuan yang diberikan bisa langsung diaplikasikan.Dalam hal EQ, lembaga pendidikan seharusnya mewajibkan muridnya mengikuti organisasi di universitasnya. Kenapa organisasi? Karena organisasi merupakan wadah berkumpul dan bersosialisasi antar pelajar. Organisasi merupakan lahan simulasi awal dari kehidupan dunia luar yang sebenarnya. Dengan ini, murid bisa mempelajari ilmu tentang leadership dengan berbagai dinamika dunia luar yang penuh tekanan. Berdasarkan data hasil penelitian Harvard University, Amerika Serikat mengungkapkan ”kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan 80% sisanya oleh soft skill”. Soft skill dapat di latih dari kegiatan organisasi.Metode pembelajaran dalam hal SQ bisa dimaksimalkan seperti pembelajaran IQ, yaitu learning to see dan learning to do. Dalam learning to do, pelajar dituntut untuk bisa mempraktekkan materi, misal materi tentang sholat.Selain itu, faktor lain seperti dukungan dan pengawasan orang tua, masyarakat, serta pemerintah dalam penerapan ketiganya sangat dibutuhkan mengingat tempat belajar bukan hanya di sekolah. Ketiganya merupakan elemen penentu seseorang memutuskan sesuatu. Hal ini akan menimbulkan kebijakan keputusan yang hakiki sesuai dengan nalar, emosional, serta perintah Tuhan. Jika semuanya terwujud maka tidak ada lagi istilah sarjana yang menganggur, depresi, menjadi koruptor hingga unsur negatif lain. Sehingga kedepannya Indonesia mempunyai generasi muda yang tangguh dan berkualitas yang mampu memimpin negeri ini menjadi lebih baik serta berguna bagi nusa, bangsa, dan agama.

Selasa, 13 Oktober 2015

Sudut Pandang Orang Kedua dalam Cerita Sastra

Sudut Pandang Orang Kedua dalam Cerita Sastra

Nukila Amal - Cala IbiSudut pandang termasuk unsur intrinsik dalam cerita berbentuk prosa, selain tema, alur, latar, dan penokohan. Dibandingkan unsur-unsur lainnya, eksperimentasi atau pembaruan sudut pandang jauh lebih lambat dicoba oleh para pengarang kita.
Selama ini teori sastra hanya mengenal dua macam sudut pandang, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga. Tidak ada teori tentang sudut pandang orang kedua. Mengapa seperti itu, barangkali bisa dibayangkan dari pengandaian di bawah ini:
Misalnya seseorang, A, bercerita kepada temannya, B. Di sini umumnya ada dua kemungkinan: A menceritakan dirinya, misalnya dengan berkata, “Pagi ini aku berangkat pagi-pagi sekali.” Dalam hal ini, A menggunakan sudut pandang orang pertama (aku, saya).
Kemungkinan kedua, A menceritakan orang lain. Misalnya dengan mengatakan, “Tadi siang dia makan siang.” Di sini, A menggunakan sudut pandang orang ketiga (dia).
Mungkinkah A bercerita kepada B tentang B? Dalam keadaan normal, kejadian semacam ini sulit terjadi, sebab apa yang dialami B tentunya B lebih tahu. Hal itu seperti mengharapkan pendongeng di pasar bercerita kepada para pendengarnya tentang diri para pendengarnya. Atau seperti pengarang novel bercerita kepada pembaca tentang diri pembaca. Jelas para pendengar dongeng dan pembaca novel lebih paham tentang diri mereka sendiri ketimbang pendongeng dan pengarang novel.
Itu pengandaian awal atau state of nature (keadaan asali)-nya.
Bagaimana praktiknya?
Kembali ke pengandaian. Bisa saja B kehilangan informasi tentang dirinya atau kejadian-kejadian yang dialaminya, karena misalnya ia pingsan atau tertidur, lalu ia meminta keterangan kepada A. Mungkin A akan menginformasikan, “Waktu tidur tadi kau berjalan keluar kamar, tapi matamu meram.”
Kondisi terakhir ini dapat melahirkan sudut pandang orang kedua (kau, kamu), asalkan A konsisten tidak menyebut dirinya sebagai “aku”. Dalam bentuk cerita (novel, cerpen), pembaca hanya akan melihat B yang disapa dengan ”kau”, sedangkan A tidak terlihat dan kemungkinan akan dianggap oleh pembaca sebagai pengarang, penutur, atau penulis cerita.
Jika A tergoda untuk memasukkan dirinya ke dalam peristiwa, misalnya dengan menambahkan, “Lalu aku menepuk pundakmu,” maka sudut pandang berubah menjadi orang pertama. Tetapi sudut pandang akan tetap orang kedua jika A menceritakan dirinya tidak dengan kata ganti orang pertama, misalnya dengan mengatakan, “Lalu seseorang menepuk pundakmu.”
Dari pengandaian di atas, dapat dimengerti jika sudut pandang orang kedua jarang sekali dipraktikkan oleh para pengarang dalam penulisan karya mereka. Tetapi ada juga beberapa novel yang menggunakan sudut pandang orang kedua. Setidaknya saya menemukan tiga novel, yakni Dadaisme (Dewi Sartika, 2004), Cala Ibi (Nukila Amal, 2004), dan Kabar Buruk dari Langit (Muhiddin M. Dahlan, 2005). Sayangnya, sudut pandang orang kedua pada ketiga novel ini tidak utuh atau tidak sepenuhnya dipakai dalam keseluruhan novel.
Dadaisme, pemenang sayembara novel DKJ 2003, menggunakan tiga macam sudut pandang sekaligus. Hampir pada tiap bab terjadi perubahan sudut pandang. Tokoh yang sama, dalam bab yang berbeda, bisa dipanggil dengan namanya (dia), menceritakan dirinya sendiri (aku, saya), atau disebut sebagai kau (atau kamu). Begitu pun sudut pandang yang sama sering dipakai untuk merujuk tokoh-tokoh yang berbeda. Namun pembaca tidak mendapatkan penjelasan atau rasionalisasi, tersirat maupun tersurat, mengapa perubahan sudut pandang itu begitu gampang dan sewenang-wenang. Dan perubahan penyebutan itu pun tampaknya tidak menimbulkan efek apapun selain kebingungan.
Cala Ibi memakai dua sudut pandang: orang pertama dan orang kedua. Sebutan ”aku” dipakai saat menceritakan tokoh Maya, sebutan ”kau” dipakai saat menceritakan tokoh Maia. Maia adalah sosok dalam mimpi Maya, dan sepertinya merupakan alterego dari kepribadian Maya. Dua karakter ini berbagi ruang dalam novel dengan porsi yang hampir sama. Jadi seakan-akan ada dua cerita dalam novel ini dengan kedudukan yang sejajar. Sebutan ”kau” untuk Maia tampaknya dimaksudkan untuk membedakannya dengan Maya.
Kabar Buruk dari Langit sebetulnya hampir konsisten dengan sudut pandang orang kedua yang dipakainya. Namun konsistensi itu terganggu dua kali. Di bagian agak awal, muncul seorang Zora yang menceritakan hubungan dirinya dengan tokoh utama lewat sudut pandang orang pertama (Zora menyebut dirinya ”aku” dan menyebut ”kau” kepada tokoh utama yang adalah suaminya). Lalu di bagian akhir, muncul Kiai Khudori yang ternyata adalah orang yang dalam hampir keseluruhan novel menyebut ”kau” kepada tokoh utama. Di bagian-bagian sebelumnya, Kiai Khudori, berperan sebagai kawan dari tokoh utama, diceritakan dengan kata ganti orang ketiga. Rupanya pengarang novel ini tidak tahan untuk tidak memberitahukan kepada pembaca siapa sebenarnya penutur cerita. Novel Kabar Buruk dari Langit jadinya lebih merupakan cerita berbingkai dengan Kiai Khudori sebagai tokoh-dalam-bingkai. Bedanya dengan cerita berbingkai lain, di novel ini tokoh-dalam-bingkai memanggil tokoh-dalam-cerita dengan sebutan ”kau”.
***
Ciri-ciri sudut pandang orang kedua dalam tiga novel di atas tampaknya berbeda dalam beberapa segi dengan pengandaian yang diberikan di awal tulisan ini. Satu hal segera menjadi jelas: sosok ”kau” dalam novel yang menerapkan sudut pandang orang kedua bukanlah pembaca. Ia adalah tokoh cerita seperti halnya tokoh-tokoh dalam novel-novel dengan sudut pandang lain. Hal ini tidak masalah karena sebuah novel memang memerlukan tokoh.
Kemudian mengenai penutur cerita atau orang yang menyebut “kau” kepada sang tokoh, siapakah ia? Dalam Dadaisme, penutur cerita dalam bab-bab yang menggunakan sudut pandang orang kedua bisa dipastikan adalah pengarang novel. Hal ini sama dengan bab-bab yang menggunakan sudut pandang orang ketiga. Dalam Cala Ibi, orang yang menyebut “kau” kepada Maia adalah Maya sendiri. Di bab pertama diceritakan bahwa Maya mencatat mimpi-mimpinya ke dalam sebuah buku harian. Dalam Kabar Buruk dari Langit, ia adalah tokoh cerita juga, yakni Zora dan terutama Kiai Khudori.
Dilihat dari sisi ini, sudut pandang orang kedua tidak berbeda jauh dengan sudut pandang orang ketiga. Sosok penutur cerita pada umumnya tidak terlihat oleh pembaca alias berada di luar cerita, namun kadang-kadang dapat masuk ke dalam cerita. Sedangkan pada sudut pandang orang pertama, penutur cerita (sosok ”aku”) selalu merupakan tokoh cerita, entah sebagai tokoh utama ataupun bukan.
Segi lain, dan ini yang paling penting. Sudut pandang orang pertama digunakan ketika pengarang ingin menampilkan karakter tokoh ”aku” secara lebih mendalam hingga ke dasar batinnya. Sudut pandang orang ketiga digunakan ketika pengarang ingin menceritakan sejumlah tokoh tanpa harus terhambat jika pedalaman batin tokoh-tokoh itu ingin ia ungkapkan kepada pembaca. Lalu maksud apa yang ingin dicapai pengarang ketika ia memakai sudut pandang orang kedua?
Dari tiga contoh novel yang tersedia, lagi-lagi sudut pandang orang kedua lebih menampakkan kemiripan dengan sudut pandang orang ketiga, yakni penutur yang tahu segala, baik isi pikiran tokoh utama maupun tokoh-tokoh lain. Tetapi hal ini sebenarnya menimbulkan kejanggalan. Yang menjadi pertanyaan, bolehkah penutur cerita masuk ke pedalaman batin tokoh yang dipanggil ”kau”? Sebab berdasarkan pengandaian awal, A tidak mungkin tahu apa yang ada dalam pikiran B. Boleh jadi A tahu banyak tentang karakter-karakter lain termasuk isi pikirannya. Tetapi tentang B, pengetahuannya dimungkinkan hanya pada hal-hal yang tampak saja pada diri B.
Perbedaan sudut pandang seharusnya menimbulkan perbedaan ”hasil pandang”, sebagaimana sebuah lukisan akan tampak beda dilihat dari tempat yang  berlainan. Maka pada segi inilah letak perbedaan hakiki di antara ketiganya. Penutur pada sudut pandang orang pertama hanya tahu pikiran si ”aku”; penutur para sudut pandang orang ketiga tahu segala hal; dan penutur pada sudut pandang orang kedua diizinkan untuk tahu segala hal, kecuali satu: pikiran si ”kau”.
Seperti dalam perbincangan sehari-hari, kita tidak akan tahu isi batin lawan bicara kita kecuali sebatas yang ia beritahukan atau ungkapkan kepada kita. Dengan demikian, sudut pandang orang kedua (kau) adalah kebalikan dari sudut pandang orang pertama (aku).
Seandainya kita pengarang novel dan hendak menerapkan sudut pandang orang kedua, dapatkah kita bayangkan menciptakan seorang tokoh yang kita sendiri tidak boleh masuk ke dalam pikirannya?
***
Sebetulnya masih ada tiga macam sudut pandang yang bisa dieksplorasi, yaitu sudut pandang orang pertama jamak (kami, kita), sudut pandang orang kedua jamak (kalian), dan sudut pandang orang ketiga jamak (mereka). Saya membayangkan, sudut pandang jamak ini menampilkan tokoh bukan sebagai individu atau pribadi tunggal, melainkan sebagai suatu kumpulan atau kerumunan. “Orang-orang desa”, “para penonton bola”, atau “sebuah keluarga” barangkali dapat disebut sebagai contoh dari tokoh jamak tersebut. Entah bagaimana jadinya jika diterapkan dalam novel.