Rabu, 19 Februari 2014

Gerakan Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka Indonesia Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Gerakan Pramuka Indonesia Pramuka, Tunas Kelapa.svg Lambang Gerakan Pramuka berupa Tunas Kelapa Pimpinan Dr. Adhyaksa Dault, S.H. (2013-2018) Didirikan 14 Agustus 1961 Pembubaran Negara Indonesia Bumi Perkemahan Bumi Perkemahan Tien Soeharto Cibubur Jakarta Website Website Resmi Gerakan Pramuka Bendera Gerakan Pramuka.png Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata "Pramuka" merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. "Pramuka" merupakan sebutan bagi anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; Pramuka Siaga (7-10 tahun), Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Pramuka Penegak (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega (21-25 tahun). Kelompok anggota yang lain yaitu Pembina Pramuka, Andalan Pramuka, Korps Pelatih Pramuka, Pamong Saka Pramuka, Staf Kwartir dan Majelis Pembimbing. Sedangkan yang dimaksud "Kepramukaan" adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Daftar isi 1 Sejarah 2 Tujuan Gerakan Pramuka 3 Prinsip Dasar Kepramukaan 4 Metode Kepramukaan 5 Keanggotaan 6 Lambang 7 Sifat 8 Lagu 9 Kode Kehormatan 10 Badge Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (sekarang) 10.1 Sumatera 10.2 Jawa 10.3 Kalimantan 10.4 Bali dan Nusa Tenggara 10.5 Sulawesi 10.6 Kepulauan Maluku dan Papua 11 Lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (dulu) 12 Catatan Kaki 13 Lihat Pula 14 Pranala Luar Sejarah Lambang identitas dari INPO yang berupa bendera merah dan putih berukuran 84 cm X 120 cm. Gerakan Pramuka atau Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung.[1] Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO).[1] Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu, bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926.[1] Pendirian gerakan ini pada tanggal 14 Agustus 1961 sedikit-banyak diilhami oleh Komsomol di Uni Soviet.[2] Organisasi Kepanduan Indonesia di seputaran tahun 1920-an. Pada tanggal 26 Oktober 2010, Dewan Perwakilan Rakyat mengabsahkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Berdasarkan UU ini, maka Pramuka bukan lagi satu-satunya organisasi yang boleh menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Organisasi profesi juga diperbolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan. [3] Tujuan Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka: a. memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, berkecakapan hidup, sehat jasmani, dan rohani; b. menjadi warga negara yang berjiwa Pancasila, setia dan patuh kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta menjadi anggota masyarakat yang baik dan berguna, yang dapat membangun dirinya sendiri secara mandiri serta bersama-sama bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara, memiliki kepedulian terhadap sesama hidup dan alam lingkungan. [4] Prinsip Dasar Kepramukaan Lambang Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Prinsip Dasar Kepramukaan Gerakan Pramuka berlandaskan prinsip-prinsip dasar[4] sebagai berikut: Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya Peduli terhadap dirinya pribadi Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka Metode Kepramukaan !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Metode Kepramukaan Metode Kepramukaan[4] merupakan cara belajar interaktif progresif melalui: pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; belajar sambil melakukan; kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi; kegiatan yang menarik dan menantang; kegiatan di alam terbuka; kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan; penghargaan berupa tanda kecakapan; dan satuan terpisah antara putra dan putri; Keanggotaan Anggota Gerakan Pramuka[5] terdiri dari Anggota Muda dan Anggota Dewasa. Anggota Muda adalah Peserta Didik Gerakan Pramuka yang dibagi menjadi beberapa golongan diantaranya : Golongan Siaga merupakan anggota yang berusia 7 s.d. 10 tahun Golongan Penggalang merupakan anggota yang berusia 11 s.d. 15 tahun Golongan Penegak merupakan anggota yang berusia 16 s.d. 20 tahun Golongan Pandega merupakan anggota yang berusia 21 s.d. 25 tahun Anggota yang berusia diatas 21 tahun berstatus sebagai anggota dewasa. Anggota dewasa Gerakan Pramuka terdiri atas : 1. Tenaga Pendidik yang terdiri atas : Pembina Pramuka Pelatih Pembina Pembantu Pembina Pamong Saka Instruktur Saka 2. Fungsionaris terdiri atas : Ketua dan Andalan Kwartir (Ranting s.d. Nasional) Staf Kwartir (Ranting s.d. Nasional) Majelis Pembimbing (Gugus Depan s.d. Nasional) Pimpinan Saka (Cabang s.d. Nasional) 3. Anggota Gugus Dharma Gerakan Pramuka Gerakan Pramuka Indonesia memiliki 17.103.793 anggota (per 2011)[6] , menjadikan Gerakan Pramuka sebagai organisasi kepanduan terbesar di dunia. Lambang !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Lambang Pramuka Lambang Gerakan Pramuka[4] adalah Tunas Kelapa, Sifat Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu : Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa. Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anak-anak dari bangsa apa saja Lagu H. Mutahar salah seorang pejuang, penggubah lagu dan tokoh Pramuka menciptakan sebuah Hymne Pramuka bagi Gerakan Pramuka. Lagu itu berjudul Hymne Pramuka. Hymne Pramuka menjadi lagu yang selalu dinyanyikan dalam upacara-upacara yang dilaksanakan dalam Gerakan Pramuka. Syair lagu Hymne Pramuka adalah “ Kami Pramuka Indonesia Manusia Pancasila Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan agar jaya, Indonesia, Indonesia tanah air ku Kami jadi pandumu. ” Kode Kehormatan Kode kehormatan dalam Gerakan Pramuka terdiri dari Tiga Janji yang disebut "Trisatya" dan Sepuluh Moral yang disebut "Dasadarma". Trisatya Pramuka: Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh: Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila Menolong Sesama Hidup dan Mempersiapkan diri/ikut serta membangun masyarakat Menepati dasa darma Dasadarma Pramuka 1. Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Cinta Alam dan kasih sayang sesama manusia 3. Patriot yang sopan dan kesatria 4. patuh dan suka bermusyawarah 5. Rela menolong dan tabah 6. rajin, terampil dan gembira 7. Hemat, cermat dan bersahaja 8. Disipli, berani dan setia 9. bertanggung jawab dan dapat dipercaya 10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan Badge Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (sekarang) Sumatera NAD Sumatera Utara Sumatera Barat Bengkulu Riau Kepulauan Riau Jambi Sumatera Selatan Lampung Bangka Belitung Jawa Jakarta Jawa Barat Banten Jawa Tengah Yogyakarta Jawa Timur Kalimantan Kalimantan Barat Kalimantan Tengah Kalimantan Selatan Kalimantan Timur Kalimantan Utara Bali dan Nusa Tenggara Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Sulawesi Sulawesi Barat Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Gorontalo Kepulauan Maluku dan Papua Maluku Maluku Utara Papua Papua Barat Lambang Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (dulu) Kwartir Daerah Jawa Barat Kwartir Daerah Irian Jaya Kwartir Daerah Sumatera Barat Kwartir Daerah Timor Timur Catatan Kaki ^ a b c Buku Panduan Museum Sumpah Pemuda. Museum Sumpah Pemuda, Jakarta. 2009. ^ Liga Pemuda Pramuka ^ Wakil Presiden Sosialisasikan Undang-Undang Pramuka, tempo interaktif. Diakses pada 27 September 2011. ^ a b c d Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (ed. Hasil Munaslub 2012). Kwartir Nasional, Jakarta. 2012. ^ Anggaran Dasar Gerakan Pramuka (ed. Hasil Munaslub 2012). Kwartir Nasional, Jakarta. 2012. ^ "Triennal review: Census as at 1 December 2010". World Organization of the Scout Movement. Diakses 2011-01-13.

Program kerja Pemberdayaan Masyarakat

Program Kerja LPMD • Bidang Pemberdayaan Keluarga, Kesehatan dan Lingkungan Hidup 1. Data dasar : pemberdayaan keluarga. 2. Data dasar : pemberdayaan kesehatan 3. Data dasar : pemberdayaan lingkungan hidup Ad. 1. – Bekerja sama dengan PKK, BKKBN, Organisasi Wanita (GOW). Ad. 2. – Bekerja sama dengan DINKES, BKKBN, DIKNAS, PKK, GOW. Ad. 3. – Bekerja sama dengan Dinas Kehutanan, Kelautan dan Walhi, HKTI, ESDM. Materi kegiatan : 1. Sosialisasi keberadaan lembaga. 2. Memfasilitasi pembentukan bidang pemberdayaan keluarga, kesehatan dan lingkungan hidup TK II. Pemberdayaan keluarga : Meningkatkan kreatifitas peran ayah, ibu dan anak sebagai manusia produktif (holistik = menjadi pelaku ekonomi domestik) ex. = home industri. Pemberdayaan kesehatan : Meningkatkan kreatifitas peran ayah, ibu dan anak sebagai manusia produktif (holistik) di dalam keluarga. Ex. = menjaga kesehatan keluarga (health for all 2010) lewat aktifitas posyandu + PKM. Pemanfaatan sejengkal tanah untuk tanaman produktif dan reboisasi. • Bidang Komunikasi Media Massa dan Informasi 1. Sinergi dengan bidang IV. 1. Pembuatan pengumuman lomba Insus pertanian yang disebarkan di media cetak dan elektronik. 2. Pembuatan release kegiatan lomba Insus pertanian untuk disampaikan ke media yang signifikan. 3. Peliputan dengan mengundang para reporter / wartawan pada hari “H”. 4. Evaluasi (dokumentasi) kegiatan pasca lomba Insus pertanian. 2. Pembuatan konsep iklan layanan masyarakat tentang sosialisasi Asosiasi LPM Propinsi untuk pembentukan ke Asosiasi LPM Kab/Kota. 3. Pembuatan konsep pemberdayaan minat baca masyarakat desa, untuk pemanfaatan media tradisional (kerjasama dengan media cetak / elektronik) 4. Usulan untuk melibatkan unsur PWI Jatim • Bidang Budaya dan Pariwisata Skala prioritas. 1. Kampanye sadar wisata melalui metode ekowisata. 2. Revitalisasi budaya lokal. 3. Peningkatan SDM pelaku ekowisata. Program spesifik : 1. Pelatihan. 2. Workshop. • Bidang Olahraga dan Seni Peningkatan keterampilan pemuda yang sesuai dengan skill - bengkel - pertukangan - koperasi - TI dan komunikasi Langkah : - Hubungan dengan Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Pemda - Dinas Indag, Dinas Koperasi - Perusahaan-perusahaan - Pendataan para pemuda pemudi melalui wadah yang sudah ada – karang taruna Penyuluhan tentang bahaya narkoba - BNK - BNP Kesenian - Melestarikan budaya tradisional setempat. - Keroncong - Tari • Bidang Pemberdayaan SDA, Pertanian, Kehutanan dan Kelautan 1. Inventarisasi permasalahan tentang pemberdayaan SDA, pertanian, kehutanan dan kelautan. 2. Memfasilitasi hubungan kemitraan antara petani dengan berbagai pihak dalam rangka pembangunan sektor pertanian, kehutanan, kelautan yang beorientasi pada pemberdayaan masyarakat. 3. Mendorong kebijakan pemerintah daerah dalam rangka perbaikan SDA. 4. Mendorong pengembangan komoditi alternatif bidang pertanian, kehutanan, kelautan dalam rangka peningkatan pendapatan petani. 5. Mendorong pelaksanaan sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat pada perbaikan SDA. • Bidang Kemitraan Dalam dan Luar Negeri Jangka Pendek 1. Adanya pendataan UKM yang punya produk-produk unggulan. 2. Sosialisasi produk unggulan yang sudah berjalan. 3. Sebagai mediator antara UKM dengan perbankan. 4. Membangun relasi dengan instansi terkait meliputi komoditi dalam dan luar negeri. 5. Memberi motivasi untuk menciptakan jenis-jenis produk unggulan untuk konsumsi dalam dan luar negeri. 6. Memfasilitasi penelitian-penelitian pada UKM dengan instansi terkait. 7. Memfasilitasi penyediaan informasi manajemen sumber bahan baku bagi UKM. Jangka Menengah 1. Mengumpulkan data base mengenai pendistribusian produk. 2. Membantu memberikan informasi jaringan pasar. 3. Mengadakan pameran produk-produk unggulan yang ada. 4. Memfasilitasi produk-produk unggulan UKM masuk jaringan internet. 5. Mencarikan bapak angkat bagi pengusaha produk-produk unggulan dan produk desa / kelurahan lainnya dalam rangka pengolahan lebih lanjut. 6. Memfasilitasi pelatihan-pelatihan bagi ibu-ibu rumah tangga dan remaja putus sekolah yang disesuaikan dengan desa / kelurahan yang terkait. Jangka Panjang 1. Menggali potensi-potensi yang bisa diangkat menjadi potensi wisata. 2. Mengumpulkan data obyek-obyek wisata yang ada agar bisa ditingkatkan peluang pasarnya. 3. Memaksimalkan jumlah exportir dan importir di JATIM. • Bidang Agama : 1. Membangun kesadaran intern antar umat beragama. 2. Membina kerukunan antar umat beragama 3. Menciptakan sistem perekonomian yang memihak pada kepentingan bersama,khususnya pada pedagang kaki lima dan pedagang ekonomi lemah. • Bidang Organisasi dan Kelembagaan 1. Pengadaan Kantor dan perangkatnya. 2. Penataan struktur dan lembaga. 3. Pembentukan DPD Asosiasi LPM Kab. / Kota dan Kecamatan. 4. Pembagian pembentukan Bakorwil à 4 Bakorwil. 5. Rapat Pengurus Harian 1 bulan sekali. 6. Rapat Pengurus Pleno 3 bulan sekali. 7. Sosialisasi ke DPD Asosiasi LPM Kab. / Kota. 8. Pembinaan DPD Asosiasi LPM Kab. / Kota. • Bidang Penelitian dan Pengembangan 1. Mengintensifkan sosialisasi Asosiasi LPM. 2. Mendukung kegiatan program-program di bidang yang lain. 3. Menghimpun data : Perusahaan yang sudah go public.UU dan CRR (keuntungan perusahaan 5% utk UKM) 4. Pemberdayaan masyarakat untuk home industi dalam produk-produk pertanian. • Bidang SDM dan Pendidikan 1. Pendidikan non formal, yaitu meningkatkan SDM guru pada lembaga-lembaga pendidikan non formal (khususnya pendidikan anak usia dini). 2. Buta aksara (pemberantasan buta aksara untuk JATIM). 3. Pelatihan anak putus sekolah (life skill). 4. Peningkatan SDM dan pelatihan. Prioritas Program Bidang Peningkatan SDM dan Pendidikian : 1. Optimalisasi dan Revitalisasi Pendidikan Luar Sekolah. 2. Peningkatan SDM Kependidikan Tingkat Dasar dan menengah. (PAUD, TK, SD dan SMP)